Singgah di Kamar 402 Asrama An Nuur

Hidup adalah perjalanan, dan hanya sedikit tempat yang bisa saya singgahi di alam semesta ini. Allah telah menciptakan Bumi yang begitu luasnya dan alam semesta yang tak bisa diukur berapa luasnya. Semakin sadar bahwa kita hanyalah mahluk kecil di hadapanNya.

Sudah satu tahun lebih saya menempati Asrama An Nuur kamar 402. Tak terasa setahun rasanya sangat cepat. Waktu tak terasa dilewati hari demi hari….tahu-tahu sudah setahun lebih. Berbagai kenangan silih berganti…. berbaur dengan kesibukan dan semua kegiatan yang terus dijalani.

Selasar Lantai 4 Asrama An Nuur dilihat dari depan kamar 402 cerah sekali terkena sinar matahari pagi.
Selasar sebelah kanan pintu kamar 402 menuju tangga yang setiap hari saya lewati menuju tempat aktifitas.

Kenangan yang akan selalu diingat :

  • Setiap malam selalu terdengar suara Burung Malam yang berteriak melengking. Namanya saja Burung Malam maka kerjanya di malam hari mencari makan. Mereka menangkap tikus dan serangga lain yang keluar malam. Burug Malam menjadi teman setia di tiap malam dengan suaranya yang mungkin masih ada orang yang merasa takut mendengarnya.
  • Setiap jam 03.30 sudah berkumandang bacaan ayat suci Al-Qur’an yang di kumandangkan dari Kamar 130. Sampai menjelang Adzan Shubuh Ustadzah sudah sibuk membangunkan santri untuk bersiap-siap Sholat Shubuh berjama’ah di Masjid Al-Hayat.
  • Jam 06.00 – 06.30 batas akhir santri harus sudah berangkat semuanya ke ruang pembelajaran. Berulangkali Ustadzah mengingatkan santri untuk segera berangkat, jangan lupa matikan lampu kamar dan membawa sampah ke lantai satu untuk diangkut oleh petugas kebersihan.
  • Yang ramai ketika tiba-tiba mati listrik. Serentak santri-santri berteriak “huuuuuuuu…….” Suasana jadi ramai bersautan antar santri dari semua kamar. Yang tadinya tenang menjadi hiruk pikuk dibuatnya. Seruuuuuuuuu……..!

Begitulah sekilas kenangan di Asrama An Nuur kamar 402. Semua tidak perlu berlama-lama sebab selalu diadakan perubahan dan perbaikan. Demi Manajeman Asrama yang lebih baik saya dan kawan-kawan mesti menempati kamar lain. Menyusun hari yang lebih baik, membuat kenangan lain di tempat yang berbeda.

Bayangan Asrama Persahabatan memantul di kaca jendela kamar 402 Asrama An Nuur.
Cahaya matahari pagi yang cerah.

Kamar 402 berarti letaknya di lantai 4. Setiap pagi jika cuaca cerah dan matahari terbit maka deretan lantai 4 yang saya singgahi ini mendapatkan banyak sekali sinar matahari pagi. Suasana segar dan hangat. Segara karena kandungan oksigen yang terpenuhi maksimal. Matahari menembus rindangnya dedaunan di depan asrama yang berasal dari pohon Eucaliptus yang tinggi menjulang.

Memanda Asrama Persahabatan.
Kamar 402 menghadap bagian samping Asrama Persahabatan

Kamar 402 menghadap langsung ke bagian samping Asrama Persahabatan.  Dibatasi oleh pepohonan yang tinggi dengan daunnya yang rimbun. Udara segar penuh oksigen, dan kicauan burung setiap hari dari pagi hingga sore tak berhenti.

Pagi hari selalu disambut kicau Burung Kutilang. Tak berhenti bersahut-sahutan….. sebab mungkin jumlah burungnya ada ratusan ekor atau bahkan ribuan ekor Kutilang. Agak siang sedikit biasanya ganti dengan kicau Burung Tekukur da Perkutut.

Indah !

Selamat Jalan….. Sahabatku !

Selamat jalan sahabatku Mustofa bin Jaman…kembali ke pangkuan Allah SWT dalam usia 38 tahun. Semoga amal ibadahnya diterima, diampuni segala kesalahannya dan ditempatkan di SurgaNya.

Hari ini Jum’at, 12 Mei 2017 sahabat saya Mustofa telah wafat. Saya hanya bisa mengirimkan do’a dalam Sholat Ghaib di Mahad Al Zaytun semoga mendapatkan tempat terbaik disisiNya.

Tiap yang berjiwa pasti mengalami kematian. Itulah hidup kita…suatu saat kematian pasti akan kita alami. Entah kapan waktunya, entah dimana tempatnya dan entah apa penyebabnya.

Satu hal yang bisa kita lakukan adalah berbuat baik, laksanakan perintahNya dan jauhi laranganNya. Sekarang disaat kita masih sehat lakukan amaliah sebagaimana mestinya. Sebab disaat kita sakit kita tak berdaya. Dan saat ajal mendatangi, tak ada lagi kesempatan untuk melakukan sesuatupun. Bahkan mengucap kalimat tauhidpun belum tentu bisa dilafazkan.

Kematian adalah nasehat bagi kita yang masih hidup. Peringatan penting, bahwa suatu saat kita akan mengalaminya. Selalu kita berkemas diri…., agar kita selalu siap kapanpun malaikat menjemput. Saya sendiri merasa masih banyak yang harus aku lakukan dan segera diselesaikan. Agar saatnya meninggalkan dunia ini sudah menyelesaikan urusannya dengan manusia.

Sahabat….mari kita terus perbaiki diri kita…, tidak peduli kita masih muda ataupun sudah tua, kaya atau miskin, dalam kondisi sehat apalagi kalau sedang sakit.